Deskripsi
Sinopsis
Budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) sistem tradisional dan intensif memiliki potensi keuntungan yang tinggi, dengan resiko yang tinggi pula. Potensi kelayakan secara ekonomi dari kedua sistem budidaya tersebut perlu dikaji untuk menentu kan sistem budidaya yang layak dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) yang diterapkan dengan sistem intensif dan superintensif di Tambak tradisional dan semi tradisional di Kabupaten Gorontalo Utara. Dalam penelitian ini kegiatan teknis produksi akan dianalisis secara deskriptif dengan cara memberikan gambaran umum tentang teknis budidaya udang Vanamei (Litopenaeus vannamei) yang meliputi persiapan tambak pembesaran, penebaran benur, pemeliharaan, pengelolaan perairan hingga pemanenan. Aspek finansial akan dilakukan dengan analisa terhadap biaya investasi, penerimaan (revenue), keuntungan, R/C rasio, Break Event Point (BEP) dan Payback Periode (PP).
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa budidaya udang vannamei sistem intensif layak dilakukan dibandingkan sistemtradisional. Nilai R/C rasio tambak udang vannamei sistem intensif mampu mencapai 1,56. Sementara untuk sistem tradisional hanya mampu menghasilkan nilai tertinggi R/C rasio 1,38. Penerapan budidaya harus ditunjang penggunaan kincir air yang lebih proporsional daripada semi tradisional, serta dibantu dengan blower untuk suplai oksigen terlarut. Analisa payback periode, tambak tradisional menunjukkan nilai 0,23 artinya mampu mengembalikan biaya modal dalam waktu 0,23 tahun (1 siklus), lebih pendek dari periode maksimal 3 siklus. Analisa BEP, pada hasil dan harga menunjukkan nilai yang layak diterima karena secara keseluruhan berada di atas batas minimal BEP.
Penulis : Prof.Dr.Yuniarti Koniyo, MP dan Dr. Lis M Yapanto, S.Pi.MM
Jumlah Halaman : 99
Ukuran : A5
Penerbit CV.Science Techno Direct




